Kebudayaan Daerah Merupakan Sumber Kebudayaan Nasional
avatar

Bembahas tentang budaya, Indonesia memang bisa dikatakan sebagai sumber sari bebagai macam budaya yang ada. Dari sabang sampai merauke wilayah yang luput dari kekayaan budaya Indonesia. Karna itulah identitas bangsa yang menjadi tanggung jawab kita untuk terus dijadikan pedoman bertanah air. Berbicara tentang kabudayaan bangsa juga erat kaitannya dengan identitas bangsa yaitu kebudayaan nasional bangsa Indonesia.

Pembentukan identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa, merupakan tugas utama dari pembangunan kebudayaan nasional. kebudayaan nasional Indonesia perlu diisi oleh nilai-nilai dan norma-norma nasional sebagai pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di antara seluruh rakyat Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai yang menjaga kedaulatan negara dan integritas teritorial yang menyiratkan kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air, serta kelestariannya, nilai-nilai tentang kebersamaan, saling menghormati, saling mencintai dan saling menolong antar sesama warganegara, untuk bersama-sama menjaga kedaulatan dan martabat bangsa.

Jadi, kebudayaan daerah adalah asal mula dari kebudayaan nasional, bermula dari kebudayaan-kebudayaan yang ada di daerah daerah di seluruh Indonesia terbentuklah kebudayaan nasional sebagai indentitas bangsa Indonesia .

Alasan kebudayaan daerah bisa menjadi kebudayaan nasional yaitu :

1. Kebudayaan daerah adalah titik cikal bakal terbentuknya negara Indonesia.

2. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia.

3. Kebudayaan lokal yang dimiliki tiap daerah memiliki kekuatan sendiri.

4. Kepercayaan orang-orang di daerah masih terlihat mistik, ini menjadi hal yang unik di mata negara luar.

5. Kebudayaan daerah sebagai tiang dari keberadaan budaya nasional.

6. Kesatuan budaya daerah sebagai identitas keberadaan di negara Indonesia.

contohnya :

“Batik Dinominasikan sebagai Warisan Budaya Takbenda”

Berbagai kalangan dan pemangku kepentingan dengan khasanah budaya Indonesia, terus berupaya memperjuangkan batik agar didominasikan dan dipilih sebagai Karya Agung Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh Unesco.

Dalam seminar kedua tentang batik, disepakati membentuk Forum Masyarakat Batik Indonesia dan dideklarasikan tiga hal. Sekretaris Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Singgih Priejatmoko mengatakan, secara empirik dan faktual, batik telah terbukti menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang adiluhung.

“Pertanyaannya, mampukah kita sebagai bagian generasi penerus bangsa melestarikan budaya tersebut dan bahkan mengembangkannya, sehingga dapat terus sustainable dari masa ke masa? Upaya ini sangat penting, mengingat bangsa kita memiliki sangat banyak dan kaya akan aneka ragam warisan budaya, yang jika tidak dipelihara akan terancam punah, “ katanya.

Dari catatan, kata Singgih, kegiatan membatik sudah berkembang menjadi industri rakyat. Jika semula kegiatan ini umumnya hanya terpusat di Pulau Jawa, kini telah menyebar ke-17 provinsi. Data BPS dan Departemen Perindustrian tahun 2006 sekitar 48.300 unit usaha karegori UMKM yang bergerak di industri perbatikan, dengan melibatkan lebih dari 792.300 orang tenaga kerja. Sementara nilai produksi yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp2,9 triliun dan nilai ekspor yang dicapai sebesar 110 juta dollar AS.

“Melihat efek baik yang diperoleh pascapengakuan Unesco pada dua mata budaya Indonesia seperti Wayang (2003) dan Keris (2005), ada gagasan memonimasikan mata budaya Indonesia yang lain, yakni batik, untuk mendapat pengakuan dari Unesco tersebut. Banyak pihak yang setuju dengan gagasan yang diprakarsai Yayasan Kadin Indonesia untuk mendominasikan batik Indonesia untuk inskrip oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Takbenda,” papar Singgih.

Asisten Deputi Urusan Kebudayaan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mengatakan, keanekaragaman, keindahan dan keunggulan produk budaya batik Indonesia yang telah dikenal luas di dalam dan di luar negeri, harus senentiasa dikembangkan dan dipromosikan agar dapat menjadi industri budaya yang mempunyai kekuatan ekonomi nasional yang handal serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia memang sudah menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai industri kreatif. Terlepas dari adanya klaim pihak lain (misalnya Malaysia) yang sudah mematenkan batik sebagai produk budaya mereka, dan itu harus disikapi sebagai sesuatu yang wajar. Namun harus disadari dan diyakini bahwa keanekaragaman dan kualitas, serta sejarah panjang perjalanan batik Indonesia sesungguhnya masih tetap lebih unggul,” katanya.

Untuk melestarikan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda, perlu dilakukan beberapa langkah koordinasi usaha dan program yang dapat dilakukan pemangku kepentingan, seperti pelestarian tentang prosedur, metode, dan teknik membuat batik Indonesia.

Pelestarian terhadap alat dan sarana yang digunakan untuk membatik, seperti canting. Canting merupakan ikon batik Indonesia. Tidaklah sempurna batik Indonesia tanpa canting. Kemudian langkah identifikasi terhadap motif atau corak batik dan penggunaan motif-motif tertentu. Sebab, banyak daerah yang kini sudah mengembangkan batik. Lalu, dokumentasikan mulai sebelum, selama, dan sesudah pembuatan batik. Jangan lupa edukasi, sosialisasi, dan promosi.

Tanggal 2 Oktober  telah ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional bagi Indonesia. Penetapan itu tentu saja dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk melestarikan aset budaya kita. Bicara soal kebudayaan nasional, kebudayaan nasional merupakan kumpulan dari kebudayaan daerah itu sendiri . Penyatuan dari unsur-unsur budaya daerah tercermin menjadi satu.

 Pendek kata, budaya batik adalah bagian dari budaya daerah yang kemudian dapat merepresentasikan kebudayaan nasional bangsa Indonesia.

Hal yang di utamakan untuk mengantisipasi pencurian kebudayaan daerah Indonesia oleh Negara lain, diantaranya : 

  1. Mengenali dan bangga akan budaya daerah
  2. Kebijakan pemerintah

Kesadaaran itulah yang menjadi alasan untuk tetap mempunya rasa tanggung jawab dalam menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, dan bertanggung jawab untuk tetap menjaga dan melestarikannya.

 

 

KEBUDAYAAN LOKAL DI INDONESIA
avatar

Budaya, satu kata yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah negara terlebih untuk Indonesia yang dikenal sebagai negara multikultural. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena semua aspek dalam kehidupan masyarakt dapat dikatakan sebagai wujud dari kebudayaan, misalnya gagasan atau pikiran manusia, aktivitas manusia, atau karya yang dihasilkan manusia.

Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga dengan baik oleh para penerus bangsa. Budaya lokal Indonesia beranekaragam sesuai dengan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara majemuk yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan sumber daya lainnya. Dalam artikelnya, Parsudi Suparlan mengatakan bahwa potensi Indonesia sebagai negara multikultural, telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendefinisikan apa yang disebut kebudayaan bangsa, seperti yang terdapat pada penjelasan Pasal 32 UUD 1945, yang berbunyi: “Kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncak-puncak kebudayaan di daerah”.

Hal ini menjadi satu kebanggaan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya lokal yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya lokal. Tugas ini tentunya dikhususkan bagi generasi penerus bangsa yang mulai mengabaikan pentingnya peranan budaya lokal untuk memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Padahal ketahanan budaya bangsa merupakan salah satu identitas negara di mata Internasional.

Mempelajari budaya lokal bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang budaya lokal yang dimiliki negara Indonesia. Makalah ini juga disusun agar pembaca mengetahui permasalahan yang terjadi terkait dengan budaya lokal, kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan peran budaya lokal. Meningkatkan ketahanan budaya bangsa dengan adanya pembangunan nasional yang bertitik tolak dari upaya-upaya pengembangan budaya lokal yang mampu melahirkan ”nilai tambah kultural”.

Memelihara eksistensi dan soliditas sosial untuk tidak kehilangan kesadaran diri ,tidak kehilangan jati diri ataupun sejarah peradabannya sehingga akan terjaga dengan baik eksistensi dan soliditas bangsa ini.Membentuk suatu kesadaran kultural yang terdapat pada setiap insan indonesia.

Sasaran dalam hal ini adalah semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat yang awam tentang keadaan budaya lokal. Sasaran khusus makalah ini adalah kalangan generasi penerus bangsa yang memang harus mempelajari serta memahami arti kebudayaan. Mengapa? Karena dimasa mendatang budaya lokal akan dipegang oleh generasi penerus yang akan menentukan ketahanan budaya bangsa di masa yang akan datang. Makalah ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai masalah budaya lokal serta cara mengatasinya.
Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keragaman budaya dan interaksi antar budaya, pentingnya toleransi, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.Terkelolalanya kekayaan budaya bangsa yang didukung oleh kerjasama yang sinergis antar pihak terkait dalam aspek perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kekayaan budaya sesuai dengan peraturan yang berlaku, agar aset budaya dapat berfungsi optimal sebagai sarana edukasi, rekreasi, serta pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

kebudayaan lokal Indonesia yang beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.

Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia.

  1. Keunggulan Budaya Inonsia
  • Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

• Kekhasan budaya Indonesia

Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki cirri khas yang unik.

• Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa

Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

  1. Kelemahan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat

Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.

  • Sebagai masyarakat dan bangsa yang berbudaya perhatian kita terhadap budaya lokal sangat kecil.
  • Semakin tergerusnya budaya lokal di indonesia oleh ekspansi budaya global sehingga semakin tidak apresiatif terhadap budaya lokal dan terasing dari budaya sendiri.
  • Keterbatasan dana dan kurangnya fasilitas dalam kegiatan penyelenggaraan melestarikan budaya oleh para budayawan dan seniman budaya sehingga masyarakat kurang mengenal budayanya sendiri karena keterbatasan tersebut.
  • Tidak dapat menghindari ancaman budaya global sebab ketahanan budaya diartikan secara dinamis dimana unsur kebudayaan dari luar ikut memperkokoh unsur budaya lokal.

c. Peluang

  • Indonesia dihormati di dunia Internasional karena kekuatan budayanya

Salah satu contoh kebudayaan indonesia adalah keramah tamahan penduduk Indonesia.Apabila budaya lokal dapat di jaga dan di lestarikan dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.

  • Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan

Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.

  • Kemajuan pariwisata

Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Salah satunya contoh Pulau Bali yang lebih terkenal dari pada Indonesia. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi.Contohnya salah satu kasus yang tahun 2009 yaitu pengakuan Negara malaysia yang mengakui hasil karya budaya dari Negara Indonesia.

  • Multikuturalisme

Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.

d. Tantangan

  •  Perubahan lingkungan alam dan fisik

Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola pikir serta pola hidup masyakat juga ikut berubah atau beradaptasi.

  • Kemajuan Teknologi

  Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya.

  • Masuknya Budaya Asing

Diera Globalisasi saat ini hubungan antar Negara sangatlah mudah. Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri bagi Negara tersebut agar budaya lokal tetap terjaga dan lestari. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.

Dari bahasan-bahasan ini dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki budaya lokal yang bervariasi. Budaya lokal tersebut harus dijaga agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Selain itu kita harus memahami arti kebudayaan serta menjadikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa. Selain itu diperlukan pula antisipasi atau cara-cara agar budaya lokal tidak bercampur dengan budaya asing.

Perlu adanya perhatian yang besar terhadap budaya lokal yang kita miliki agar budaya lokal tidak hilang dan tetap terpelihara sebagai identitas suatu daerah tertentu.

Melestarikan budaya lokal dengan aktif melakukan kegiatan penyelenggaraan kebudayaan dalam rangka mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang budaya-budaya lokal.

Melibatkan dewan kebudayaan dan lembaga-lembaga budaya dalam mengembangkan budaya lokal
Memberikan pemahaman betapa pentingnya peran budaya lokal untuk memperkokoh ketahanan budaya bangsa sehingga kita akan menghormati akan keanekaragaman budaya kita

GENERASI MUDA DENGAN KEBUDAYAAN BANGSA
avatar

Rasa bangga dan kepedulian melestarikan budaya kurang tertanam di generasi muda Indonesia saat ini. Minat mereka untuk memperlajarinya kurang. Mereka lebih tertarik belajar kebudayaan asing. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya informasi kekayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia. Padahal Indonesia memiliki tujuh warisan budaya, tiga di antaranya warisan budaya dunia.

Inilah hal yang dapat kita pertanggung jawabkan mengenai pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Mengapa kita harus selalu mengikuti jalur yang seperti ini apakah budaya asing dapat memberikan solusi tentang perbaikan jati diri setiap manusia khususnya siswa yang duduk di bangku sekolah. Karakter manusia itu berbeda-beda karena ini semua tergantung oleh sifat dan watak perilakunya masing-masing. Pada dasarnya dalam menyikapi tentang persoalan yang demikian ini kita justru cenderung pada bagaimana upaya penanggulangannya agar supaya jati diri kita sebagai manusia yang sejati tidak rusak. Fenomena alam sudah terlihat adanya musibah dimana-mana dari sinilah kita menginstropeksi diri tentang apa kesalahan kita karena dari sini kita dapat menggali dalam dalam bahwa sebenarnya yang patut disalahkan itu pihak asing ataukah kita sendiri. Insight terhadap anak didik khususnya remaja yang cenderung melakukan tindakan anarkhis dengan jalan kekerasan lewat cara entah itu tawuran,perkelahian perkosaan sampai berujung kriminal.

Inilah remaja yang sukanya seenaknya sendiri apakah kita harus mencontoh mereka juga. Dalam hal ini sudah diupayakan lewat jalan observasi di sekolah-sekolah yang intinya juga sama dimanapun sekolah yang terfavorit ataupun yang biasa juga melakukan tindakan kekerasan. Generasi muda menjadi mlempem, atau seperti hewan undur-undur yang jalannya mundur yang artinya dia jika berhadapan dengan orang jujur tidak mau jujur sehingga mampu menutupi kebohongannya. Jaman ini semakin berubah sampai berubahnya tidak mampu untuk bisa mengontrol mengenai manusia yang tinggal dibumi ini. Sebenarnya bumi langit adalah titipan dari yang maha kuasa tanpa tuhan menciptakan bumi langit dan isi-isinya kita tidak mungkin bisa hidup. Kita Sebagai generasi muda, sudah seharusnya berpartisipasi aktif pada pembangunan kota, khususnya dalam bidang budaya. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui para generasi muda yang mempunyai kemauan, kemampuan, dan harapan yang besar untuk membangun suatu daerah lebih baik lagi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan potensi yang ada di suatu daerah. Potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia sangatlah besar karena begitu banyak budaya, kesenian, suku, ras, bahasa, agama, dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut tentu bukanlah menjadi penghambat untuk kita karena begitu banyaknya perbedaan, namun sebaliknya perbedaan tersebut tentu akan menjadi kekuatan dan kelebihan yang dimiliki Indonesia seperti pada semboyan Bhineka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap sebagai satu kesatuan.

Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Saya sebagai salah satu mahasiswa dari Purwokerto menyadari ketika mendapatkan Djarum Beasiswa Plus dan menjadi Beswan Djarum bertemu dengan berbagai teman-teman Beswan dari berbagai penjuru negeri yang memiliki budaya, agama, ras, dan bahasa yang berbeda-beda membuat diri saya menjadi lebih mengetahui akan makna perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan dan nilai hidup yang berharga. Perbedaan tersebut membuat saya mendapatkan informasi, pelajaran, dan pengalaman baru ketika bertemu dengan teman-teman Beswan dari daerah lain yang memiliki budaya yang berbeda. Perbedaan itulah yang membuat kami lebih mengetahui, memahami, dan menghormati satu sama lain. Permasalahan terhadap masyarakat saat ini yang belum mengetahui, memahami, menguasai, dan mengkomunikasikan budaya lokal perlu suatu cara untuk dapat mengarahkan itu semua. Disinilah peran generasi muda di lingkungan tempat mereka tinggal untuk bersama-sama mengarahkan itu semua melalui pelestarian kebudayaan, salah satunya dengan ikut serta langsung dalam acara festival budaya di daerah masing-masing agar dapat mengenal dan mencintai kebudayaan yang ada di Indonesia sejak dini. Hal inilah yang membuktikan bahwa di pundak pemudalah masa depan pembangunan bangsa dan negara Indonesia, karena pada diri generasi muda tersimpan potensi yang besar dan memiliki daya kreatifitas yang tidak terbatas untuk kesuksesan suatu pembangunan. Begitu juga dalam pelestarian. budaya di suatu Negara. Kontribusi dan apresiasi yang besar dari generasi muda sangat diperlukan karena generasi muda sebagai tenaga-tenaga professional yang energik, kreatif, dan inovatif. Pemberdayaan generasi muda sebagai frontliner untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia ini sangat dibutuhkan sebagai upaya mempercepat kemajuan untuk dunia industri budaya dan pariwisata Indonesia di masa yang akan datang.

Catatan : Maka dari itu kita sebagai generasi muda Indonesia cintailah dan jagalah kebudayaan negara kita agar maju dan tidak hilang begitu saja karena tidak adanya partisipasi dari para generasi muda.

KEBUDAYAAN DAERAH MERUPAKAN ALAT PEMERSATU BANGSA
avatar

Budaya adalah identitas, untuk mengenal lebih jauh bangsa, pertama ketahuilah budayanya dan kenalilah kebudayaannya. Sebagai sebuah identitas, budaya adalah syarat mutlak yang harus dimiliki dan dengan tangan terbuka diterima khalayak. Berbicara mengenai budaya, Indonesia bangsay yang paling kaya dengan budaya, berbagai suku, adat dan kebiasaan yang dimiliki bangsanya dari sabang sampai marauke tak dapat di hitung. Negri yang disebut sebagai zambrud khatulistiwa ini adalah negri yang budayanya dapat diterima Dunia. Perbedaan ini menjadikan bangsa Indonesia mempunyai alasan untuk saling menghargai dan , menjunjung tinggi apa yang mereka miliki, terutama PERSATUAN. Persatuan menjadi kewajiban yang harus bangsa Indonesia sadari. Persatuan adalah sebuah tujuan dan budaya adalah alat yang digunakan. Alat persatuan ini kadang pula disalahgunakan, untuk menghindari pergesekan suku yang memicu penyudutan salah satu budaya, bangsa harus menyadari benar peran mereka.

Pengertian kebudayaan

sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Kebudayaan juga dapat diartikan dari beberapa sudut pandang kehidupan. Untuk mengikuti perkembangan zaman, teknologi menjadi salah satu sudut pandang yang tidak kalah penting. Teknologi adalah komponen kebudayaan. Sejak zaman dulu, tanpa disadari teknologi lahir bersama kebudayaan.

Dan komponen utama dari kebudayaan bangsa adalah individunya, dijalankan oleh bangsa yang telah menganal budaya dan dipertahankan oleh bangsa yang meneruskan. Generasi muda, merekalah yang berperan sangat penting dalam melestarikan kebudayaan bangsa, mereka yang menjaga warisan leluhun, dan mereka yang mempunyai tanggung jawab besar untuk tetap membawa kebanggaan budaya dimanapun merek berada.

Melestarikan Budaya Lokal Sebagai Aset Kekayaan Nasional
avatar

Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku  bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia itu sendiri. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan. Keanekaragaman budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Di samping itu, keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Seiring dengan peningkatan teknologi dan transformasi budaya ke arah kehidupan modern serta pengaruh globalisasi, warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Hal ini perlu dicermati karena warisan budaya dan nilai-nilai tradisional tersebut mengandung banyak kearifan lokal yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dan seharusnya dilestarikan, diadaptasi atau bahkan dikembangkan lebih jauh.  Nilai-nilai budaya lokal manusia adalah makhluk yang berbudaya. Budaya lahir dan dikembangkan oleh manusia, melalui akal dan pikiran, kebiasaan, dan tradisi. Kebudayaan merupakan hasil belajar yang sangat bergantung pada pengembangan kemampuan manusia yang unik yang memanfaatkan simbol, tanda-tanda, atau isyarat yang tidak ada paksaan atau hubungan alamiah dengan hal-hal yang mereka pertahankan.

Maka setiap manusia baik individu atau atau kelompok dapat mengembangkan kebudayaan sesuai dengan cipta, rasa, dan karsa masing-masing.

Menurut Gidden, kebanyakan apa yang dianggap tradisi di masa kini, telah melewati  batas waktu dengan mengalami penyesuaian dengan perkembangan-perkembangan baru. Artinya, bahwa budaya masa lalu dapat direvitalisasi untuk memperkuat identitas suatu kelompok sosial, sekalipun budaya itu tidak lagi asli sebagaimana budaya itu hidup dan dimaknai di masa lalu. Artinya, perkembangan pengetahuan dan pengalaman manusia  pendukung budaya akan mampu mendukung eksistensi budaya dan mereduksi nilai-nilai artifisial sehingga ada kebudayaan yang bersifat mendalam dan ada yang hanya bersifat nampak dipermukaan dan akan bertahan sesaat. Berbeda dengan produk budaya yang mendalam dan subtansial, dalam hal ini diwakili oleh budaya lokal yang memiliki nilai-nilai yang tinggi. Baik nilai-nilai bersifat filosofis, sosiologis, dan produk budaya yang dihasilkan dari semangat budaya yang khas. Dengan bahasa lain, budaya lokal adalah sesuatu yang eksotis. Kebudayaan nasional Indonesia adalah kebudayaan yang berakar dari bangsa Indonesia itu sendiri yaitu nilai-nilai luhur serta falsafah yang berada dalam masyarakat dan  budaya yang berasal dari luar yang telah diserap dan disesuaikan dengan budaya asli bangsa. Segala bentuk budaya yang diwakili bangsa Indonesia mulai dari bahasa, kesenian, makanan, tarian, serta kepercayaan.

Budaya lokal merupakan budaya yang dimiliki oleh suatu wilayah dan mencerminkan keadaan sosial di wilayahnya. Beberapa hal yang termasuk budaya lokal diantaranya cerita rakyat, lagu daerah, ritual kedaerahan, adat istiadat daerah, dan segala sesuatu yang bersifat kedaerahan. Dinamika kebudayaan merupakan suatu hal tidak lepas dari aktivitas manusia dengan  peran akalnya. Dinamika atau perubahan kebudayaan dapat terjadi karena berbagai hal. Secara fisik bertambahnya penduduk, berpindahnya penduduk, masuknya penduduk asing, serta mudahnya akses masuk ke daerah juga dapat menyebabkan perubahan pada kebudayaan tertentu. Dalam lingkup hubungan antar manusia, hubungan individual dan kelompok dapat  juga mempengaruhi perubahan kebudayaan.

Satu hal yang tidak bisa dihindari bahwa  perkembangan dan perubahan akan selalu terjadi. Di kalangan antropolog ada tiga pola yang dianggap paling penting berkaitan dengan masalah perubahan kebudayaan, yaitu evolusi, difusi, dan akulturasi

Adapun pluralisme dalam hal kebudayaan ini secara konseptual dapat dipahami sebagai nilai-nilai yang menghargai perbedaan dan mendorong kerja sama berdasar kesetaraan, terkandung makna dialog membangun hubungan antarunsur dengan latar  belakang berbeda, termasuk kerja sama mencapai tujuan searah. Pluralisme dalam perspektif filsafat budaya merupakan konsep kemanusiaan yang memuat kerangka interaksi dan menunjukkan sikap saling menghormati, toleransi satu sama lain, dan saling hadir bersama atas dasar persaudaraan dan kebersamaan, dilaksanakan secara produktif dan berlangsung tanpa konflik sehingga terjadi asimilasi dan akulturasi budaya.

Pluralitas tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak meskipun manusia tertentu cenderung menolaknya karena  pluralitas dianggap ancaman terhadap eksistensi komunitas. Akhirnya, melalui pembelajaran terhadap keberagaman budaya dapat mengambil peran sebagai alat utama menuju kehidupan etika pluralisme Indonesia yang baik. Juga sekaligus mewujud sebagai sosok pluralisme  budaya itu sendiri. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya dalam arti: (a) Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan  bangsa. (b) Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu sedangkan corak ragam  budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi model dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.

Dari sisi etnis dan budaya daerah sejatinya menunjuk kepada karaktreristik masing-masing keragaman bangsa Indonesia. Pada sisi yang lain, karakteristik itu mengandung nilai-nilai luhur memiliki sumber daya kearifan, di mana pada masa-masa lalu merupakan sumber nilai dan inspirasi dalam strategi memenuhi kebutuhan hidup, mempertahankan diri, dan merajut kesejehteraan kehidupan mereka. Artinya masing-masing etnis itu memiliki kearifan lokal sendiri. Beberapa nilai dan bentuk kearifan lokal, termasuk hukum adat, nilai-nilai  budaya dan kepercayaan yang ada sebagian bahkan sangat relevan untuk diaplikasikan ke dalam proses pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Kebudayaan Indonesia yang Terkenal di Dunia
avatar

1. Wayang Kulit

Merupakan budaya Indonesia yang sudah sangat populer baik di dalam negeri ataupun mancanegara. Bahkan, kini tercatat beberapa warga asing telah belajar dan mahir sebagai Dalang, Sinden serta Waranggono (penabuh gamelan).

2. Seni Batik

Batik adalah bagian dari seni lukis yang awalnya diaplikasikan pada kain untuk pakaian maupun asesoris lainnya. Pada 2 Oktober 2009 silam UNESCO mencatat seni batik merupakan warisan budaya milik Indonesia.

3. Angklung

UNESCO juga telah mengakui bahwa Angklung adalah bagian dari warisan kebudayaan kita. Budaya seni musik ini memanfaatkan bambu sebagai bahan utama instrumen musik.

Seni Tari dari Indonesia yang Mendunia

1. Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi

Tarian yang menggambarkan tentang cerita asmara dan kepemimpinan yang diciptakan oleh Sultan HB X untuk menghormati serta mengenang ayah beliau, Sri Sultan HB IX.

2. Tari Saman

Tarian Aceh ini dilakukan secara berjamaah dengan kekompakannya yang luar biasa. Masing-masing penari mampu menggerakkan tubuhnya secara bersamaan selaras dengan suara musik yang dinamis.

3. Tari Ratéb Meuseukat

Masih dari bumi Serambi Mekah, tarian Ratéb Meuseukat menampilkan barisan para penari yang bersila di lantai. Kebudayaan Aceh ini populer berkat kecepatan personilnya serta kekompakan gerak tubuh sambil menyanyi.

4. Tari Reog Ponorogo

Dari namanya saja kita pasti akan tahu daerah asal kesenian ini. Tarian Reog Ponorogo lahir dan mulai populer di Jawa Timur dengan tokoh berupa Warok serta Gemblak yang selalu ada di setiap pertunjukannya. Tari-tari identik dengan nuansa mistik ini kerap mempertontonkan adegan ‘diluar nalar’ yang mampu membuat decak kagum para penikmatnya. Hal itu pula yang membuat Reog Ponorogo bisa mendunia.

5. Tari Pendet

Tarian Bali ini menggambarkan sambutan atas turunnya dewata ke dunia. Tari Pendet sering juga dipertontonkan untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

6. Tari Kecak

Tari-tari yang semua personilnya para pria ini merupakan kesenian khas dari Bali. Penari yang berjumlah banyak tersebut akan berbaris secara melingkar disertai sebuah irama yang keluar dari masing-masing penarinya, melafalkan kata ‘cak’ berulang-ulang sembari mengangkat kedua tangan mereka.

7. Tari Klasik Keraton Surakarta

Tarian ini merupakan manifest dari tradisi di lingkungan kraton Surakarta. Semua unsur mulai dari gerakan tubuh, kostum serta musik mempunyai aturan tersendiri. Para penonton akan disuguhi seni pentas yang anggun, rapi serta penuh makna.

Demikian tadi beberapa contoh seni hasil dari kebudayaan nusantara kita. Beragam budaya unik dan menarik Indonesia tersebut semakin hari makin terancam keberadaannya. Selain gempuran budaya barat yang tak kenal ampun merasuk ke semua sendi kehidupan kita, para pemuda-pemudi Indonesia sendiri bersikap acuh tak acuh dan terkesan lebih bangga bila ‘memakai’ produk-produk luar negeri. Dari trend fashion, tatanan rambut, makanan, bahkan pergaulan bebas juga ikut mereka adopsi dari luar tanpa disaring terlebih dahulu. Fenomena Demam Korea yang akhir-akhir ini menjalar cukuplah menjadi bukti akan lemahnya kepribadian serta karakter remaja kita. Peran teknologi informasi sangat terasa di sini, kemajuan teknologi yang menawarkan kemudahan akses berita membawa dampak yang luar biasa. Usia remaja menjadi saat-saat dimana proses pencarian jati-diri sedang berlangsung, rasa penasaran serta keingintahuan sangat mendominasi pikiran. Orang-tua menjadi pihak paling penting. Mereka harus berdiri di garda terdepan dalam membimbing, mengarahkan serta menangkis semua ideologi jahat yang dapat menyusupi para remaja kita.